setelah cukup lama terdiam,cici menatap Mason dan mengerutkan kening,
''Tapi Mason, kenapa kamu tiba-tiba begitu baik padaku?''
Tanya nya
Mendengar apa yang cici katakan, mata mason menyipit dan dia tersenyum lalu berkata:
''Kamu adalah calon istriku. Kepada siapa lagi aku bisa bersikap baik kalau bukan kepada kamu?''
''Tapi aku kabur dari pernikahan kita, apa kau tidak menyalahkanku?''
Cici bertanya balik dengan wajah penuh rasa bersalah
''Yah, aku tidak menyalahkanmu.''
suaranya yang ganjil terdengar lembut.
''Pernikahan kita kemarin agak terburu-buru. Kalau kamu sudah sembuh,kita persiapkan pernikahan baru secara perlahan.''
Tutur mason mengecup kening cici lalu dia berbalik badan dan pergi.
Kini cici terlahir kembali setelah menerima banyak penderitaan dan melewati tiga bulan dengan selamat di bawah perlindungan Mason.
******
Hari ini cici akan melepas kan kain kasa di wajah nya sambil di temani mason, mereka segera bergegas menyusuri jalan menuju rumah sakit...
Membutuhkan waktu tiga jam membuka kain kasa di wajah nya,cici menyentuh wajah nya..
Ia tak merasa kan wajah nya hancur dulu..
Cici kemudian berjalan ke arah cermin dan melihat penampilan baru nya, ia berteriak kegirangan...
Terukir senyuman di wajah mason yang sedari tadi memerhatikan cici..
Mason membiarkan cici sendiri di sana sementara dia berjalan menuju tempat pembayaran, setelah selesai membayar mason dan cici keluar dari rumah sakit dan segera menuju ke rumah Namun.....
"mason, terima kasih atas bantuan mu"
Ucap cici mencairkan suasana
"bukan kah sudah ku katakan tak perlu berterima kasih"
Timpal mason sementar mata nya fokus ke jalan..
"mason, kemana kamu akan membawa ku? "
Tanya cici karena jalanan yang di tempuh kaki ini sangat berbeda dan bahkan sangat jauh dari keramaian..
"maaf aku tak memberi tahu mu,aku ingin membawa mu ke villa di kaki gunung dowo yang telah ku sewa untuk kamu tinggali"
"hah?"
Tanya cici bingung..
"kamu tinggal disana selama tiga bulan,aku tak ingin orang tahu dengan identitas baru mu"
Timpal mason lagi..
Perlahan mobil masuk masuk ke jalan sempit yang hanya seukuran satu mobil saja, kiri kanan pepohonan bahkan rumah warga sangat jarang di jumpai..