Hari pertama minggu pertama dan bulan pertama kini cici mulai terbiasa dengan kesunyian, bahkan selam disana Dia sama sekali tidak menggunakan ponsel atau Internet..
Tak terasa tiga bulan telah berlalu Keadaan nya juga mulai pulih,..
Setiap hari nya cici hanya berjemur di bawah sinar matahari, membaca buku, menulis dan menggambar..
Dia benar benar menjalani kehidupan yang damai.
Dalam sekejap luka di tubuhnya sudah jauh lebih baik,...
Pucuk di cinta ulam pun tiba, mason benar benar menepati janji nya untuk menjemput cici Disini setelah tiga bulan..
Mason berjalan di belakang cici,dengan lembut membelai rambut nya yang panjang dan lembut,
wajah cici telah menjadi sangat halus seperti saat dia masih kecil, dengan wajah oval seukuran telapak tangan, sepasang mata biru yang jernih dan cerah, hidung mancung dan bibir kemerahan..bahkan luka di wajahnya juga sudah tak ada dan itu hampir sempurna..
Cici menatap dirinya di cermin, menyipitkan matanya dan tersenyum.
akhirnya dia mendapatkan kembali penampilannya dan kini ia tak lagi menjadi si jelek yang selalu di cemooh..tiba tiba
''cici,kamu sungguh cantik.''
Mason yang terbiasa dengan wanita cantik tak bisa menahan gejolak setelah melihat wajah asli tunangan nya itu
''terima kasih.''
Balas cici tersenyum
''Sekarang luka mu sudah membaik dan penampilanmu sudah pulih, apakah rencana mu ke depan nya? ''
Mason bertanya,
Cici tersenyum lembut dan berkata ringan, ''Mason, aku ingin menjadi desainer cincin kawin.''
Impian cici sebelumnya adalah menjadi penyanyi, namun sekarang dia tidak bisa menyanyi lagi, jadi dia hanya bisa mencoba hal lain.
Tiga bulan lalu cici tidak sengaja melihat cincin kawin di majalah, jadi dia terinspirasi untuk mendesainnya sendiri.
Mason sangat menghormati keputusan tunangan nya.
"cici,sebaik nya kemas baju mu kerena kita akan kembali ke kota"
Ucap mason memecah kan suasana
"sedari malam tadi aku sudah mengemas semua baju ku ke dalam koper,"
Balas cici dengan berjalan menuju lemari
"baik lah, jika begitu ayo kita berangkat sekarang"
Ajak mason berjalan lebih dulu dengan koper milik cici di tangan nya
Mereka sampai di kota sore hari, mason sengaja membawa Cici ke villa nya karena malam ini dia akan mengenalkan cici dengan teman nya ryan..
Ketika hari sudah Malam,cici menghubungi bos perusahaan cincin kawin untuk dirinya dan meminta boss perusahaan untuk membawa desain cincin ke Imperial Capital untuk bertemu dan mendiskusikannya secara detail.
Cici mengenakan rok pinggul berbahan kulit, dengan atasan suspender hitam, dan riasan seksi, yang sepanjang perjalanan menarik perhatian banyak orang.
Namun, dia tetaplah monster jelek yang dicerca semua orang tiga bulan lalu.
Ha ha, cukup sarkastik,.
''cici Itu kamu bukan?''
Saat itu, suara familiar terdengar dari belakang.
Cici teringa inga dan menoleh untuk melihat Nevaeh berdiri di belakangnya dengan kegembiraan di seluruh wajahnya.
''Nevaeh.''
Cici tertegun dan memanggil nevaeh dengan lembut.
''cici, itu benar-benar kamu, kamu masih hidup?''
Nevaeh buru-buru menghampiri cici
''aku mengira kamu sudah mati...''
Cici tak terlalu mengubris ucapan nya yang begitu absurd, namun Mata nya tertuju pada kaki Nevaeh yang pincang.
''Nevaeh, kakimu...''