Cici berdiri di bawah cahaya, tersenyum, menatap xaverios dan mencibir,
''xaverios, kamu lihat? Stella adalah pembunuh sebenarnya yang membunuh Caleb. Orang yang ingin kamu nikahi adalah musuhmu yang sebenarnya!''
Cici mengira xaverios akan berbuat jahat terhadap nya setelah dia menceritakan keburukan stella,.namun grace berdiri di sana dengan tenang,seolah olah membiarkan dirinya mengacau suasana dan merusak pernikahan mereka.
''cici, kamu jalang! Beraninya kamu menjebakku!''
Balas Stella yang tak bisa menahan emosi dirinya..
Tiba-tiba, stella berlari ke arah cici seperti orang gila, melepas wig di kepala nya, merampas buket bunga yang di pegang cici dan melemparkan dengan keras ke wajah cici..
Duri mawar melukai wajah nya hingga berdarah.
Cici yang tak terima lalu meraih tangan Stella dan berbicara berbisik di telinga stella,
''Adikku yang baik, kamu harus bersikap rasional. Jika kamu terus seperti ini, kamu akan menjadi wanita kejam dan itu pasti akan di ketahui oleh seluruh penduduk di kota ini''
Stella meraung dengan suara yang sangat keras, hingga membuat para tamu memandang ke arah nya,,
Karena menjadi sorotan para tamu stella buru-buru memalingkan kepalanya,..
Cici tersenyum penuh kemenangan.
Detik berikutnya, xaverios melangkah maju dan mengulurkan tangannya untuk memeluk Stella.
Dia seperti gunung yang tinggi, menghalangi semua cercaan pada stella
Tetapi ketika cici melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa xaverios melindungi Stella, hati cici yang terluka kini harus kembali menderita sakit yang parah.
A. D. Bgggv
Cici pikir bahwa hati xaverios sudah terlalu banyak mendapat hasutan dari birtney, hingga ia tak menyadari bahwa stella sedang bersandiwara di depan nya..
"xaverios, akulah wanita yang telah mencintaimu selama lima tahun, dan akulah yang dianiaya
Mengapa kamu memperlakukan saya begitu tersiksa selama lima tahun lalu, tetapi sekarang kamu begitu toleran terhadap Stella?
Dialah yang sebenarnya membunuh Caleb, bukan?"
Ujar cici kepada xaverios
Namun xaverios menghiraukan ucapan nya,xaverios berlalu pergi mengantar Stella..
Melihat itu semua hati cici terasa sedih,.
Dari kejauhan cici melihat dua pengawal berpakaian hitam bergerak maju dan menyeret nya keluar dari aula.
Cici berusaha mencoba untuk memberontak,
Namun bagian belakang kepalanya dipukul dengan keras hingga membuat nya jatuh pingsan..
Ketika cici membuka matanya lagi,dia mendapati dirinya dikurung di gudang anggur bawah tanah yang gelap dan lembab.
Cici bangkit dari tanah dengan gemetar, tetapi punggungnya membentur rak anggur dan botol-botol itu jatuh menyebab kan pecahan kaca berserakan di lantai.
Karena ruangan nya gelap,telapak kaki nya terluka oleh kaca,. dia tidak bisa mengobatinya...cici sangat takut sehingga dia harus memutar otak agar bisa pergi dari sini.
Cici mendongak kan kepala nya dan bergegas menuju pintu dengan secercah cahaya, berteriak putus asa minta tolong,.
namun itu hanya sia sia karena pintu kayu itu terkunci.
Cici yang sudah putus asa berusaha mendobrak pintu kayu itu dengan menggunakan sisa sisa tenaga nya..
Namun tetap saja tak membuahkan hasil, malah badan nya terasa sangat ngilu..
Pintu kayu itu urung terbuka, cici membuang lemah badan nya ke lantai.,
rasa kedinginan dan lapar bercampur aduk saat ini..
Sepertinya xaverios marah besar terhadap nya
Cici bahkan tidak tahu berapa lama dia akan dikurung.
Tiba tiba dia melihat seseorang membuka pintu kayu itu,ingin rasanya ia melawan namun badan cici sudah sangat lemah.
Seorang penyusup datang menghampiri cici, menelungkup kan badan nya dan merobek pakaian cici sambil tertawa liar.
Dia berkeringat dingin dan berusaha mati-matian untuk mendorong badan orang itu menjauh..
Dia kini terbaring pasrah di lantai dengan wajah pucat dan lemah, yang sudah tidak mampu mengeluarkan kekuatan apa pun,.
Di sebalik topeng yang menutupi wajah pria itu, cici tahu pasti bahwa itu ada xaverios..
tiba-tiba terlintas di benaknya mengingat lima tahun terakhir, ada banyak sekali orang yang ingin menajiskan tubuh cici di rumah sakit jiwa, namun dia kerap kali mengancam mereka akan mengakhiri nyawa orang yang berani menyentuh badan nya,tentu saja mereka tak berani melakukan itu kepada cici..
''Metodemu dalam membunuh orang menjadi semakin terampil.''
Suara mengejek xaverios terdengar di telinganya.
"xaverios,akhirnya......kamu datang........,Kali ini, kemana kamu........ akan mengirimku?
Dan......berapa tahun lagi kamu akan......... menyiksaku?"
Tanya grace terbata bata, sebelum akhirnya kini dia benar benar pingsan tak sadar kan diri
Cici yang sudah sadar mengedarkan pandangan nya si setiap sudut,ruangan ini sangat asing.
Namun cici dapat menebak bahwa saat ini dia menjadi tawanan xaverios, dari warna abu abu tua dan furnitur kelas atas ruangan ini..
Benar saja,ketika dia bangun,ia melihat xaverios membuka pintu kamar dan masuk.
Jarang sekali dia tidak memakai jas, kemeja biru yang sudah dicuci menambah sedikit kelembutan di wajahnya yang dingin.
Xaverios duduk di samping cici terbaring, menyalakan rokok dan memegangnya dengan ujung jarinya, menatap cici dengan sepasang mata yang cerdik.
Xaverios menghembuskan asap rokok nya di udara, wajah tampannya sangat sangat bersih..
Setelah sekian lama, akhir nya xaverios bertanya dengan suara serak,
''cici, apa yang kamu alami selama lima tahun terakhir ini?''
Cici tak menjawab, kini memori nha tentang lima tahun terakhir bermain lagi di kepala nya.. Setiap malam cici merasa kedinginan dan mengalami mimpi buruk di sepanjang malam nya.
Cici memohon belas kasihan dan menangis sepanjang waktu..
Tapi saat itu,xaverios dengan kejam mengirimnya ke rumah sakit jiwa...
''xaverios, apa yang saya alami selama lima tahun terakhir ini semua karena mu. Kamu lebih tahu dari saya. Mengapa kamu berpura-pura?''
Balas cici dengan tatapan tajam ke arah xaverios
Xaverios tidak menjawab kata-katanya, hanya menatap cici dengan wajah garangnya.
Cukup lama ia bertatapan dengan cici, dan tiba-tiba ia berkata:
''Bangun dan makan. Aku membuatkanmu mie rebus dengan minyak daun bawang.''
Sesaat, cici menggigit bibir bawahnya dan matanya tiba-tiba memerah.
Mie rebus dengan minyak daun bawang, dia masih ingat Pada hari pertama cici bertemu dengan xaverios.
Kala itu cici mengenakan mantel hitam dan berdiri di jalan bersalju,xaverios mengulurkan tangan hangatnya pada cici, tersenyum selembut bunga jagung yang mekar di bulan Mei.
Lalu berkata:
''cici, kan? Ayo, aku akan mengantarmu pulang.'
Cici baru berusia 17 tahun pada tahun itu dan baru saja mendapatkan gelar juara pertama kompetisi menyanyi kota kekaisaean Namun, Stella dan Britney iri pada Cici dan berhasil mengusirnya dari keluarga Chi.
Sejak di usir dari rumah cici selalu berada di jalanan yang dingin sepanjang hari.
Ia tahu bahwa xaverios diminta menjemputnya oleh Grayson, tapi dia tetap sangat senang.
Cici bersembunyi di balik mantel hangat xaverios dan memeluknya erat-erat, seolah-olah dia telah memegang seluruh dunia.
Setelah itu, xaverios membawa nya ke warung dan menyuruh cici untuk membeli mie rebus dengan minyak daun bawang.
Itu adalah mie rebus dengan minyak daun bawang terlezat yang pernah cici makan seumur hidupnya.
Sangat disayangkan wanita tua penjual mie itu meninggal lima tahun lalu, sama seperti cintanya pada xaverios.
air matanya kembali jatuh, menetes masuk dalam mangkuk yang di depannya,
Cici menatap xaverios dan berkata:
''xaverios, jika kamu ingin membunuhku, lakukan dengan cepat. Jangan membuat ku sengsara dengan caramu''
Ujar nya
''cici, apakah aku harus melakukan ini?''
Balas xaverios berbicara sambil melihat ke atas, matanya tampak dingin.
''Yah, aku dilahirkan seperti ini, dan kamu tahu itu.''
Timpal cici menyipitkan mata ke arah carl dan mencibir:
''xaverios, kamu tidak bisa mengancamku sejak Lily pergi sebulan yang lalu.. Jika kamu ingin aku menurut, kamu seharusnya tidak membunuh Lily secepat ini.''
Setiap kali mengingat soal Lily, hati nya masih merasakan sakit yang tak bisa dijelaskan.
Itu adalah satu-satunya kerabat cici di dunia ini.xaverios sangat kejam.
''Benar,kamu serius dengan ucapan mu?''
Xaverios tersenyum sinis dengan wajah dingin dan kejam.
''Jadi cici , apakah kamu masih ingin harun hidup?''
"Harun?"
gumam cici dalam hati
Mendengar nama itu, tubuh cici gemetar,dia lalu menatap xaverios dengan tidak percaya.
Bagaimana dia tahu tentang Harun?