Maharani merapikan barang-barangnya dengan hati sedikit nelangsa. Walau baru setahun, sudah banyak kenangan yang diciptakan oleh klinik kecil ini. Pelajaran-pelajaran berharga pun sering dia dapatkan. Entah itu yang berhubungan dengan kesehatan atau bahkan tentang kehidupan. Keramahan para penduduk desa pun sangat susah sekali dia dapatkan di kota. Alasan inilah yang terkadang membuat dia enggan pergi dari tempat ini. Usai membereskan baju, Maharani berpindah ke meja tempat biasanya belajar. Matanya langsung terfokus pada foto wisudanya kala itu. Ditemani Erna dan Bintara, dia berpose dengan cantik memakai toga kebanggaan. Alih-alih memasukkan foto tersebut dalam kotak, Maharani justru memandangi foto itu lekat-lekat. Bintara tersenyum dengan begitu tampannya. "Ran, dia kakak kamu, ka

