Nico. Tiga hari sejak Jason pulang, Abby langsung masuk seenaknya ke dalam ruanganku tanpa mengetuk pintu ruanganku, dan tanpa seizinku. Kalian tahu apa yang dilakukannya? "Kenapa Jason nggak bilang-bilang kalau dia udah pulang sih? Tahu begini gue kan nggak perlu jadi penjaganya UGD terus. Dalam seminggu lo tahu berapa hari gue ada di rumah? Dua hari doang. Cuma dua hari Nic! Supaya gua nggak ditanyain macem-macem sama bokap gue!" Keluhan seorang Abby sudah berlangsung sekitar seperempat jam. Seandainya aku ahli kejiwaan atau psikiater, pasti aku sudah mengambil biaya konsultasi per menitnya. Sepertinya aku tahu sekarang apa alasannya Jason meninggalkan anak ini. Judulnya saja 'dokter' tapi dalamnya sih 'pasien' tulen. "Lo sakau?" Tanyaku akhirnya. Bahkan aku sampai kehilangan foku

