"Jadi, Agitator tidak akan bisa menginjak tangga yang menuju ke sini?" sindirku pada Panca yang sedang berdiri bersama rekan-rekanku. Sementara aku dan Panca yang lain berjalan menghampiri mereka. "Kau siapa?!" Kedua Panca itu berbicara bersamaan. Membuatku pusing sendiri. Penglihatanku telah mengkhianati diriku. Aku tak dapat membedakan yang asli atau yang halusinasi. Bahkan aku tak tahu yang mana kenyataan. Salah satu Panca menarik tangan kananku, dan Panca yang lain pun menarik tangan kiriku. "Kau pasti bisa membedakan siapa Panca dan siapa yang bukan." Salah satu Panca berbisik rendah di telingaku. "Kau seharusnya mengenali diriku, ‘kan? Kau takkan terpedaya." Panca yang lain melakukan hal yang sama. Rasanya aku seperti sedang dihasut untuk melakukan kejahatan oleh iblis dan ma

