"Papa sama sekali enggak tahu, kalau ternyata kamu masih mengingat Papa!" Sebuah seruan ceria yang terdengar di telinga Mathia sesaat dirinya memasuki rumah besar itu, dia dengar dari Kharis Pradana, Mantan Ayah mertuanya. "Papa kok bisa ngomong begitu sih? Tentu dong aku ingat sama Papa. Bagaimana pun, dulu aku bisa menjalin hubungan yang baik dan erat dengan Agun juga berkat kebaikan hati Papa. Dan rasa hormat yang aku punya buat Papa enggak akan hilang hanya karena hubungan ku dengan Agung selesai," balas Mathia. Tangannya mengangsurkan bingkisan kue pie yang dia bawa untuk Kharis kepada Sasita, Istri baru Kharis, yang juga menyambutnya datang. "Saya kemarin sempat ke Bali untuk meninjau lokasi pernikahan saya nanti, jadi saya belikan makanan kesukaan Papa," kata Mathia pada Sasita.

