Bab 23. Hamil

1020 Words

Kedatangan Sora pagi itu membawa hawa yang berbeda ke dalam rumah. Bukan karena suara langkahnya yang tegas atau aroma parfum mahal yang selalu melekat pada dirinya, melainkan karena sorot matanya yang langsung menyapu seluruh ruangan dengan cepat dan tajam. Seperti seseorang yang datang bukan hanya untuk menjenguk, tapi juga menilai apa yang ada di dalam rumah itu. Jelita baru saja selesai menata meja makan ketika Sora melangkah masuk ke ruang keluarga. Wanita itu tersenyum singkat, lalu matanya langsung jatuh ke perut Jelita yang kini semakin jelas terlihat. “Kamu kelihatan lebih segar,” ucap Sora, nada suaranya formal tapi tidak dingin. “Bagaimana keadaannya? Keadaan cucuku? Kamu vitamin dengan rutin, kan?" “Baik, Ma,” jawab Jelita lembut. “Bayinya juga sehat. Aku juga selalu minum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD