“Teman,” sahut Jelita cepat. “Wah, cepet juga jawabnya kalau soal pria lain. Aku jadi penasaran. Teman apa yang datang terus pegang-pegang tangan kamu?” tanya Bella lagi. “Dia dokter di rumah sakit,” jawab Jelita lagi. Kali ini, ia mencoba meyakinkan Bella agar tidak berpikir yang macam-macam. Tentu saja, karena saat ini ia sedang mengandung, Jelita merasa cemas jika nantinya istri pertama suaminya itu bertanya berpikir yang tidak-tidak. “Oh, teman seprofesi aja. Ya, semoga cuma teman aja, ya. Soalnya, Liam dan Mama pasti marah kalau kamu menjalin hubungan dengan pria lain diam-diam,” ucap Bella. Wanita itu pun berlalu usai mengambil pisang di meja makan. Meninggalkan Jelita yang tampak muram dan cemas. Ia tak mau berpikiran buruk. Namun, ia berharap Bella tak mengatakan apa-apa pada

