Pagi di Los Angeles terasa terlalu terang ketika Bella melangkah keluar dari studio. Ia menyipit menahan cahaya yang terasa menusuk pupilnya. Pemotretan untuk kampanye terbaru itu baru saja selesai. Bella menghabiskan delapan jam penuh kamera, pose ekstrem, dan senyum yang ia paksa. Seharusnya ia merasa puas. Ini pekerjaan besar, bayaran besar, exposure besar. Tapi begitu kakinya menapaki trotoar, kepalanya berputar. “Uh… s**t…” Bella memegang pelipisnya. Dunia mendadak miring, suara klakson di kejauhan seperti bergema dari dalam air. Ia mencoba menarik napas panjang, tapi mual tiba-tiba mengoyak dari dasar perutnya. Bella pernah berkata bahwa dunia modeling itu keras, tekanan tinggi, tapi Bella jarang sekali merasakan pusing yang menusuk begini. Seorang staf studio mendekat. “Miss Bel

