Pagi itu langit Jakarta tampak pucat, seolah menahan hujan yang tak jadi turun. Liam menarik napas panjang ketika memarkir mobil jauh dari pintu masuk klinik. Ia melirik kaca spion, memastikan tak ada yang melihat mereka. Semenjak Bella kembali ke Amerika, ia jadi makin dekat dengan Jelita … tapi sekaligus lebih rumit. Ada banyak hal yang Liam pikirkan. Termasuk bagiamana setelah bayi itu lahir. “Ayo, Jelita. Kita turun,” ucap Liam seraya membuka pintu untuknya. Jelita mengangguk pelan. Wajahnya menegang, tapi matanya memancarkan kerinduan. Khas dari seorang calon ibu yang ingin mengetahui kabar anaknya. Tangannya otomatis memegang perutnya yang mulai membesar, seolah-olah di sana ada harta terpenting di dunia. Di ruang tunggu, suasana hening. Aroma antiseptik bercampur bau kopi dari m

