Meski selama ini aku sudah berusaha untuk tidak peduli, ternyata rasanya sesakit ini. Benar-benar sangat menyiksa. Organ tubuhku bahkan seperti berhenti bekerja dalam sejenak. Kata-kata yang mereka ucapkan itu benar-benar sangat mengganggu. Aku terus berlari sampai ke kamar, tetapi belum sempat menguncinya, pria itu sudah mendorong pintunya sambil memohon agar aku memberinya kesempatan untuk bicara. "Tidak ada yang perlu dikatakan lagi, Mas. Kita jalani saja kehidupan kita masing-masing tanpa saling mengganggu," teriakku sambil berusaha mendorong pintu dari dalam, lalu menguncinya ketika berhasil. Tenagaku yang biasanya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan tenaga pria itu, tetapi kali ini aku tiba-tiba meraih kemenangan yang besar. Akan tetapi, tubuh ini langsung ambruk di depan pintu

