Aku sama sekali tidak mengerti apa yang dia katakan. Bidadari dia bilang? Ada-ada saja. "Mas Yogi, ya?" sapaku sambil bertanya tentang namanya, agar enggak malu banget. Meski kita sama-sama karyawan, tetapi kan dia adiknya Mas Abi. Jadi, aku tetap enggak bisa bicara sembarangan. Bagaimanapun harus menjaga perasaan Mas Abi yang baiknya enggak ketulungan dan cara bicaranya juga sangat lembut. Benar-benar pria idaman untuk dijadikan teman dan bos. "Iya, betul. Wah, Mbak sudah tahu, nih. Enaknya dikasih hadiah apa, ya?" gumamnya sambil memikirkan sesuatu, tetapi aku malah menatapnya heran. Kenapa, nih, orang? Apa yang aku katakan ada yang salah? Aku masih berdiri di tempat masuk karena dia enggak kasih aku akses untuk jalan. Kalau pamit begitu saja, pasti akan membuat suasana menjadi se

