01v 22/1 Pagi telah menggantikan gelap malam serta subuh sejuk embun. Yuuna sudah bangun dan tengah bersiap untuk berangkat ke Bakery'ss Je yang melakukan aktivitas yang sudah menjadi rutinitas Yuuna setiap hari dari pagi hingga petang sampai dimalam harinya. Yuuna makan sarapannya dengan tenang seperti biasa di dalam kesunyian. Tapi kali ini ada yang aneh dari Yuuna, dia lebih banyak melamun dan melihat ke jari yang akan tersemat sebuah cincin. “Apa aku lepas aja ya?” tanya Yuuna pada dirinya sendiri. “Tapi nanti…, kalau aku tidak lepas, bisa jadi bahan gosip di toko, ya Allah aku bingung,” ucap Yuuna memandangi cincin di jarinya tersebut. Yuuna melihat biola mempersembahkan Ibu Jamal yang dia pajang. Yuuna menghampiri letak biola tersebut. “Aku ini sendiri, aku hanya dapat mengand

