Perasaan Bersalah

1662 Words

23/3 “Maafkan Kakak, Kakak tidak bermaksud untuk mengingatkanmu tentang itu, Kakak tidak bermaksud untuk menyalahkan mu tentang kejadian itu. Ingat semua itu sudah menjadi takdir dia, takdir kamu, dan takdir kita semua. Maafkan Kakak, Kakak tidak bermaksud untuk membentakmu tadi,” kata Indri sambil menepuk-nepuk punggung Yuuna yang masih diam, tapi Ibu Jamal melihat air mata yang mengalir di wajah itu. “Kakak hanya merasa khawatir padamu, khawatir tentang apa yang akan terjadi nantinya,” tambah Indri masih dengan memeluk Yuuna. “Terimakasih Kak, Kakak sudah menjaga Yuuna selama ini. Kali ini Yuuna hanya tidak ingin merepotkan Kakak. Maafkan aku,” ucap Yuuna masih di dalam pelukan Indri. Indri melepaskan pelukan Yuuna dan dirinya. “Tidak apa-apa, Kali ini kamu putuskan lah sesuai hatimu,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD