Konflik Rumah Teduh

1586 Words

23/4 Masih rumah teduh milik keluarga Rendy. “Iya Pak, Alhamdulillah saya pun tadi melihatnya begitu, berarti nanti bisa kita adakan open house Teduh lagi seperti sebelumnya 'kan Pak?” ucap Rendy meminta pendapat pada pekerjanya itu. “Sepertinya untuk kali ini tidak bis-/” “Apa maksudnya tidak bisa?! Seharusnya 'kan memang harus dibuka agar tempat ini jadi terkenal dan pemesanan bunga hias semakin banyak!” potong Tina menyela perkataan Pak Limo yang belum selesai. “Bu, biarkan Pak Limo selesai berbicara, ada alasan dia mengatakan itu Rendy yakin,” protes Rendy pada sikap ibunya yang semena-mena itu. Pak Limo menganggukkan kepalanya. “Benar Pak, penyakit pada kuntum semakin marak, takutnya bunga juga gagal mekar itu besar, datangnya pengunjung juga saya rasa bukan pertimbangan yang ba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD