Setelah mengatakan keputusan bodoh yang terlintas di kepalanya tadi, Alexa sungguh merasa menyesal. Karena kini ia tahu bahwa tak hanya Mr. Hemlock yang menaruh harapan padanya, tetapi adiknya juga. s**t. Ia tak tahu mengapa justru mulutnya menyemburkan kalimat bodoh semacam itu di tengah situasi tak menguntungkan. Alexa merasa dirinya kini berada di antara dinding-dinding jurang yang perlahan mulai menghimpitnya. Benar-benar. Rutuknya tak henti. Dan ya, mereka masih terpaku di tempat yang sama dengan posisi yang sama. Sungguh Alexa benci merasa rentan seperti ini, mereka menatap Alexa dengan tatapan tajam penuh harapan juga disertai ancaman jika Alexa berani lari. Merutuki diri, Alexa berpikir keras untuk mencari jalan keluar untuk memperbaiki semuanya. Karena tak mungkin ia membawa dua

