“Kalau sejak awal aku tau akan sesulit ini bagi kita untuk saling mencintai, harusnya aku tidak terlalu memperhatikanmu. Harusnya aku tidak menampakkan diriku padamu. Harusnya aku tidak meminta izin untuk masuk ke dalam hidupmu.” “Iya, Deinara. Cinta ini emang sulit. Aku bahkan nggak tau akan sampai kapan kita bisa bertahan dengan hubungan ini.” “Aku tidak masalah dengan perasaan ini, Rayenda. Tapi aku ingin kau menjalin hubungan dengan seorang gadis seperti yang kau inginkan.” Deinara lalu bangkit dari posisi duduknya. Rayenda sempat mendongak sedikit, hingga akhirnya dia ikut berdiri. Lagi-lagi angin berembus kencang. Suasana juga mendadak terasa menyedihkan. “Rayenda, kau keberatan dengan kebiasaanku yang suka bermain-main dengan orang yang tidak aku suka?” Rayenda mengangguk. “Ja

