Trapped | Chapter 40

906 Words

“Ibu tahu apa yang menganggukku dan membuatku selalu ingin keluar dari rumah ini?” “Ayah si kembar begitu menyayangimu, kau bisa marah pada ibu karena waktu itu ibu membawamu pergi dari rumah dan meninggalkan ayahmu. Tapi saat itu kau terlalu kecil untuk mengerti” “Karena aku pikir ibu meninggalkan ayah karena ayah si kembar, aku membenci kenyataan itu” “Ayah si kembar menyelamatkan kehidupan kita, mungkin kau lupa dengan apa yang terjadi antara ibu dan ayahmu tapi ibu bersyukur jika tak ada satu pun memori buruk tentang ayahmu” “Aku baru menyadari betapa hangatnya keluarga ini, Maafkan aku” *****   Senyuman kini rasanya mampu menjadi sebuah tolak ukur bagaimana kebahagiaan itu terasa nyata, melempar tatapan dan senyuman yang menukik indah saat duduk bersama dengan gelak, canda, dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD