Gelas berdenting, sementara alunan musik terus mengisi ruangan kedap suara itu yang sedikit terisi beberapa pengunjung yang sedang menikmati minuman dan saling berbincang santai. Sebuah bar yang cukup terkenal dengan pengunjung-pengunjung dari kalangan elite membuat siapa saja yang menginjakkan kaki pertama kali merasa tercengang. Jaerim, pria itu terlihat asyik mengagumi ruangan bergaya klasik dengan sedikit sentuhan irish yang membuatnya tak mampu berkata-kata. Seorang Ong Sungwo tersenyum menatap Jaerim yang saat itu belum bisa melepaskan pandangannya pada setiap sudut ruangan. “Kau sering kesini?” “Tidak, hanya mencari tempat baru yang nyaman untuk kita bicara. Sekaligus perayaan kecil atas pengangkatanmu sebagai Manajer Pemasaran dan Perencanaan

