Bagian 47

838 Words

Beberapa minggu telah berlalu, Nancye sudah cukup mendapatkan pengobatan dari rumah sakit dan sudah waktunya baginya untuk pulang. Didalam perjalanan, Nancye begitu erat menggenggam tangan suaminya. Ia sangat takut jika harus sendirian lagi. Andai semua ini tidak bisa ia lewati, sudah sangat jelas ia akan kehilangan suaminya. "Pelukanmu sangat erat sampai bergerak pun aku tak bisa," kata Darren. "Jadi … kau tak mau ku peluk?" "Bukan begitu, Sayang. Aku malah suka jika kau peluk." "Lantas?" "Longgarin dikit, Sayang,” kekeh Darren, membuat Nancye bergeser sedikit. "Oh, ya sudah," kata Nancye melepas pelukannya dan memilih untuk menekuri sepanjang jalan karena Darren begitu sibuk menekuri layar tabnya. ‘Biasanya kalau aku marah seperti ini dia merayu tapi sekarang kok tidak?’ Nancye me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD