21

1218 Words

Rengga memejamkan matanya sambil menghela napas, perlahan senyumnya mengembang dan mengacak rambut Silmi. "Nggak jadi." "Alhamdulillah." "Memang kenapa, kamu nggak mau kita ber..." "Nggak mau Pak, ngeri," sahut Silmi menutup bibirnya dengan cepat, sebelum Rengga menyelesaikan kalimatnya. "Memang kenapa? " "Nggak tahu, ngeri aja, dan sungkan, mending sikat gigi dulu baru ciuman," Rengga tertawanya dan bangkit dari tempat tidur. "Kelamaan kalau masih ke kamar mandi Sil, ada-ada saja, nggak kok Sil, aku nggak akan ngapa-ngapain kamu, bener, nggak papa kan aku nggak jadi nyium kamu? " "Nggak papa Pak, Bapak orang baik, coba laki-laki lain wah sudah ngelakuin yang nggak-nggak ke saya, kalau se kamar kayak gini," ujar Silmi, senyumnya mulai mengembang dan cintanya pada Rengga semakin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD