16

4999 Words

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Dava butuh menunggu satu jam sampai akhirnya papa dan mamanya kembali ke meja makan. Kali ini bukan untuk makan karena mereka sudah melakukannya barusan. Ini adalah mengenai apa yang mamanya tadi ingin bicarakan. Entah hanya erasaan Dava saja atau memang suasana di meja makan kali ini sedikit canggung dan lebih banyak kakunya. Papanya dan mamanya menunjukkan raut wajah seperti gelisah. Ketiganya memilih diam untuk beberapa saat. Sampai karena Dava sudah tak tahan akan rasa penasaran yang ia simpan dalam benaknya, ia memilih bersuara terlebih dahulu. "Ehm, ini kenapa pada diem-dieman, sih? Ma? Katanya ada yang mau di obrolin?" Terlihat bahwa Irfan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD