* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Gisel terbangun ketika mendengar suara adzan samar-samar. Ia membuka matanya dan langsung kaget karena menemukan dirinya sedang bukan berada di kamarnya sendiri. Ia langsung mengingat terakhir kali ia dimana sebelum akhrinya tertidur di kasur yang ia tidak ketahui milik siapa. Belum cukup kagetnya, ia juga mengira ini sudah pagi. Ia kira adzan yang sedang berkumandang adalah adzan subuh. Gisel langsung bangun dan merasakan kepalanya sedikit berkunang—hal yang biasa ia alami karena ia memiliki darah rendah. Jam beker di sampingnya menunjukkan pukul enam kurang lima belas. setelah emlihat angka itulah ia baru sadar kalau ini maghrib dan bukan pagi. S

