* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Apa yang selama ini Dava duga ternyata benar terjadi. Hari pertama Giselle Afreea Wicaksana menginjakkan kakinya di SMA Delite, rasanya seluruh warga sekolah, mulai dari murid, guru, hingga satpam dan ibu di kantin gempar. Oke mungkin ini terdengar berlebihan, tapi ia tak berbohong ketika mengatakan bahwa saat gadisnya datang tepat pukul tujuh kurang 15 diantar sopir keluarga, lalu kaki jenjangnya melangkah memasuki gerbang sekolah, banyak binar-binar antusias dan bercahaya dalam puluhan pasang mata siswa laki-laki di sana. Tak lain tak bukan, tentu saja binar kebencian juga diutarakan oleh siswa-siswa perempuan. Hal yang lumrah mengingat bahwa para

