58

2138 Words

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Sejak hari  itu, Dava dan teman-temannya benar-benar tidak pernah bertemu lagi. Bukan karena sombong atau sok sibuk. Melainkan virus Covid 19 di Indonesia semakin meluas dan banyak korban sehingga semuanya semakin parah kini. Padahal harapan Dava mulai meninggi kala belakangan orang-orang sudah mulai aktif lagi, banyak yang berkeliaran, banyak warung dan toko yang sudah buka, tapi apalah kenyataan yang berbanding terbalik dengan yang ia harapkan. Sejak hari itu juga, Dava kembali dikurung di rumah oleh mamanya. Macam anak yang mau dikawinin. Kan ada tuh tradisi yang gak ngebolehin naka buat keluar rumah sampia hari H pernikahan. Nah, masalahnya Dava

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD