22

2125 Words

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *   Ditemani beberapa gelas es teh, gorengan pisang dan singkong, 1 bungkus rokok milik Agas, serta suara bising ramainya warung Mak Ijah siang ini, begitulah suasana di sana. Agas, Dava, Gisel, Deril Shara, Intan dan Andi, menempati 1 meja kayu paling depan, duduk merapat di sana. Warung Mak Ijah tidak bisa digolongkan kecil, namun juga tidak bisa digolongkan besar. Bukan juga warung yang estetik dan kekinian, malahan dindingnya berupa gubuk. Tak ada yang tahu mengapa Mak Ijah memiliki warung yang jadi langganan tempat nongkrong anak SMA di Lite. Agas mengambil gitar milik cucu laki-laki Mak Ijah yang memang selalu ditaruh di dekat tempat makan. Kemudi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD