27

2176 Words

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *   “Ma, Dava mau ngomong.” Wanita yang sibuk membuka majalah fashion di ruang tamu itu menoleh ke arah sumber suara. Sang putra tunggal sedang disana, berdiri, sendirian. Pulang sekolah kali ini, cowok itu memang tidak bersama Gisel karena sang kekasih katanya akan ke perpustakaan kota bersama Intan dan Shara, Dava jelas mengizinkan. “Sini.” kata mamanya menepuk-nepuk sofa di sampingnya, tapi matanya tak pindah sama sekali dari lembar demi lembar majalah fashion di pangkuannya. “Sini, nak.” mintanya lagi. “Kenapa?” tanya mamanya ketika Dava sudah duduk anteng di sampingnya. “Gak serius banget, sih. Cuman mau ngobrol aja.” “Hm? Aneh. Gak biasanya.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD