* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Random sekali. Tapi percakapan empat laki-laki di grup w******p yang berisikan Dava, Andi, Deril, dan Agas kemarin menghasilkan keputusan yang sangat mereka tak percaya bahwa mereka akan melakukannya bersama-sama. Apa itu? Belajar bareng. Agas yang awalnya mengawali. Kemarin, Deril bilang di akngen futsal bareng, karena mereka biasanya sebulan sekali sama anak kelas atau anak ekskul nyewa lapangan futsal, tapi hampir dua bulan kini mereka tak pernah menyentuh bola. Jadi makanya dia kangen. Terus si Agas sok-sok an bilang. “Elah, perasaan kita kebanyakan main mulu, dah. Kapan-kapan, sesekali bolehlah belajar bareng.” Kalimat itu mengundang tawa Der

