55

2115 Words

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Usai kegiatan nonton bareng yang mereka lakukan, entah siapa yang memulai, kini mereka berdelapan sudah tenggelam dalam percakapan asik tentang masa SMA. Mulai jaman MOS hingga detik ini, semuanya dibahas. “Iya, sumpah gue inget yang itu.” Dava ikut berseru. “Gue juga gitu, woi, Ril. Agas sampah banget anjir sok asik ke gue.” Agas nyengir malu sendiri. Iya, kan?” Deril menoleh. “Gue bilang juga apa. Dulu, tuh, Agas sumpah se-rese itu. Sok asik banget parah.” Cewek-cewek yang lainnya ngakak. Tapi gak heran juga, sih, kenapa mereka berempat bisa terbentuk sedekat ini sampai sekarang. Sudah pasti dan sudah terlihat kalau Agas pastilah sebagai yang pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD