29

2038 Words

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * “Eh, by the way.” bisik Dava tiba-tiba, matanya melirik, memastikan guru yang dsedang menjelaskan materi pelajaran di depan papan tulis itu tidak menangkapnya basah bahwa ia sedang mengobrol dengan tiga temannya. Deril dan Adi menoleh kecil ke belakang, melirik malas. Agas di sampingnya juga ikut menaruh atensi padanya. “Nanti balik sekolah—“ “Saya langsung kasih tugas, ya. Saya tidak bisa mengajar penuh hari ini karena harus rapat di Balai Kota.” ujar Bu Ninil tiba-tiba. Suara desah kecewa langsung terdengar seisi kelas, Dava mengumpat kecil, terpukau dengan aktif anak-anka kelasnya ini. Bahkan Agas juga ikut-ikutan. “Yah, Bu, padahal hari ini saya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD