Suster Mara

1265 Words

Pukul 1 siang, ketika efek obat bius hampir hilang sepenuhnya. Saat itu tubuh Rashi kembali bisa digerakkan. Sayangnya di saat bersamaan, rasa sakit itu mulai terasa dan nyata adanya. Rasa sakit, panas, dan perih teramat sangat yang berasal dari luka operasinya tentu saja. Rashi mencoba menuruti perintah suster, mulai coba bergerak. Ia coba mengangkat kaki sedikit. Kedua matanya seketika terbuka lebar. Bibirnya mengemam menahan sakit. Gila. Ini baru kaki.  Ia belum coba mengangkat b****g. Belum coba menggerakkan anggota badan yang berhubungan dengan perut. Belum coba miring kanan, miring kiri. Oh, iya. Sebenarnya selain terkejut dengan rasa sakitnya, Rashi juga takut kalau-kalau jahitannya terbuka lagi jika ia terlalu banyak bergerak. Sakitnya luar biasa. Panas, nyeri, perih, semua berc

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD