Tidak Mudah

1025 Words

Hampir jam enam petang. Xavier melangkah pelan menghampiri sekelompok manusia yang masih betah berada di bawah pohon beringin. Kesal dan dongkol masih menguasainya. Mendapat pekerjaan mendadak di hari libur, sama sekali bukan bagian dari rencana. Yang akhirnya terpaksa membuat ia melewatkan momen berharga yang sudah jarang didapat semenjak Rashi dimutasi. "Masih betah nongkrong di sini aja! Awas ntar yang punya rumah ngamuk!" Xavier menunjuk ke atas, tepatnya pada rimbun dan lebatnya akar sekaligus daun beringin. Semua pasang mata segera menengok ke atas. Suasana senja yang mulai gelap membuat mereka ngeri melihat rimbunnya daun disertai juntaian akar. Mereka terlalu asyik bercanda hingga mengabaikan waktu, dan mengabaikan suasana sekitar yang mulai mencekam dengan nuansa horor yang k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD