Strange Man

1061 Words

Rashi terbangun ketika merasakan seseorang menyentuhnya. Barra akhirnya bangun setelah tidur seharian. Rashi tersenyum pada Barra dengan muka kusutnya. "Lo udah bangun?" "Seharusnya gue yang nanya gitu." Barra mengakhiri kata-katanya dengan tertawa. Meskipun suaranya masih terdengar parau dan lirih. "Gue nungguin lo yang dari tadi cuman tidur, ya gue ngantuk, lah. Makanya gue ikutan aja." "Hehe, Jun- ... Eh, si Xavier ke mana?" Barra memang mulai membiasakan dirinya memanggil Juna dengan nama samarannya. Katanya kalau memanggil dengan nama yang sebenarnya, membuatnya terbawa perasaan. Mengingatkan kenangan indah masa lalu bersama adik dan orang tuanya. Di mana kenangan itu sudah mati dan telah terkubur amat lama. Rashi tak langsung menjawab. "Dia ...." Rashi sudah diskusi dengan Xavier

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD