Wanita Terbahagia

1034 Words

Masih ada beberapa berkas yang harus Xavier selesaikan. Tapi masa bodoh, ini sudah malam. Xavier pun meninggalkan pekerjaan itu, meneruskannya besok. Ia segera beranjak. Mobilnya dipacu dengan kecepatan maksimal. Bila biasanya Xavier berjalan santai dari parkiran sampai ke kamar Barra, hari ini ia berlari. "Kenapa muka lo gitu?" tanya Barra begitu Xavier masuk. Adiknya itu ngos-ngosan seperti baru dikejar setan. "Nggak. Gue mau video call sama Rashi," jawab Xavier to the point. Barra mengernyit, tak biasanya anak ini bertingkah seperti itu. Tapi Barra tak terlalu mempermasalahkannya. Ia lanjut memainkan game di ponselnya. Meskipun Barra merasa aneh dengan sikap Xavier yang tak biasa, ia tak menaruh curiga tentang apa yang sedang direncanakan adik satu - satunya itu. Tak butuh waktu la

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD