Sebuah kebiasaan baru semenjak Rashi pindah ke Jakarta. Pukul setengah enam saat para karyawan mulai berhamburan keluar. Seorang wanita paruh baya dengan paras cantiknya, sedang menunggu di dalam mobil. Ia menyetir sendiri untuk menghindari kemungkinan ketahuan. Suaminya masih akan pulang tengah malam nanti karena sibuknya kantor, maka ia akan aman selama tidak ada orang bermulut bocor yang suka mengadu. Senyumnya mengembang ketika ia melihat orang yang ditunggunya keluar. Ia segera membuka kaca mobil dan melambai pada wanita itu agar yang bersangkutan lebih cepat menemukannya. Rashi segera memasang senyum terbaiknya, berlari menuju mobil tersebut. Semua harus serba cepat. Sekali lagi agar tak ada yang melihat. "Kita ke mana dulu, Sayang?" "Nggak usah kemana-mana, Tante. Langsung ke ko

