"Aku anak tunggal, "
aku anak pengusaha walau perusahaanku tidak terlalu besar di bidang textil
Semenjak orang tuaku meninggal aku di besarkan oleh paman dan bibiku. Perusahaan yang aku kelola peninggalan orang tuaku.
Aku menikah dengan mas ferdy yang notabenya karyawan biasa di perusahaan sahabat ayahku, akulah yang meminta untuk mempekerjakannya.
Dulu mas ferdy hanya buruh serabutan. Dan keluarganyapun di kampung
Setelah menikah denganku mas ferdy memboyong ibu dan adiknya untuk tinggal bersamaku, mereka tidak pernah tau rumah siapa, kerjaan anaknya apa juga tak pernah tau harta rumah semua milik siapa.
Yang mereka tau semua milik mas ferdy, karena itulah mertuaku begitu semena mena terhadapku,
" Lima tahun sudah aku arungi bahtera perkawinan," namun aku belum juga di karunia seorang anak. Mertuaku selalu menganggap aku mandul. Sedih memang, tapi apa yang hendak aku lakukan anak itu tuhan yang kasih.
Mungkin belum rezekiku saja ...
******
"Aku duduk di pinggir ranjang" membayangkan yang telah ku lalui selama ini, tak menyangka mendapati mas ferdy yang tergoda wanita lain, ya tuhan apakah karena belum hamil juga aku di selingkuhi?
Perasaanku berkecamuk.
Tok...
Tok...
Tok...
Pintu kamarku di ketuk,
"mbak tika apa kamu ada di dalam? Saya anwar
iya sebentar war
"Anwar adalah kaka angkat mas ferdy, sebelum mertuaku mengandung, terlebih dulu mengadopsi anak dari panti asuhan. Mertuaku juga sama sepuluh tahun tidak mengandung.
" mas anwar kapan pulang"? Tanyaku
"Baru saja, mari turun mas bawain makanan untukmu"Imbuhnya
"Baik mas sebentar.
Aku pun turun menyusul mas anwar. Ku lihat mertuaku sudah duduk di meja makan, melihat ku datang mertuaku pun langsung nyerocos.
"Anwar ngapain sih kamu panggil dia, lho kita makan lah sama sama. Kan gk ada salah nya lagian saya bawa banyak nih. Jawab nya
Dek sini kita makan.
Oh ya, ,,,,
"Kemana ferdy kok jam segini belum pulang "?tanya mas anwar.
Katanya ada rapat penting di luar kota . Lusa baru baru pulang jawabku.
****
Malam sudah berganti pagi seperti biasa aku menyiapkan sarapan, dan kebisinganpun terjadi seperti biasa.
"Kartikaaa.....
Lengkingan mertuaku mulai terdengar.
" Iya maa, sarapan sudah siap ayo turun, nanti keburu dingin.
Aku juga berlalu ke kamar untuk mandi dan ganti baju,
Selesai bersiap siap aku pun turun, belum sampe aku ke ruang makan aku mendengar mertuaku berbicara di tlp.
Aku tidak menaruh curiga, tapi rasa penasaranku begitu besar, dan aku pun ngintip pembicaraannya.
"Iya anaku ferdy itu udah gak betah sama istrinya", karena belum hamil sampe sekarang, jadi mau gak mau saya kenalin itu cindy anaknya pa burhan, dia cantik dan orang kaya. Makanya aku biarkan saja dia sama cindy.
Sudah muak sama si kartika itu udah mandul, cuma karyawan biasa lagi, ya sudah nanti kita kenalin anakku yang gede itu ya sama anakmu, anwar pasti nurut deh perkataanku.
Seperti di hunus belati hatiku saat mendengar semua pembicaraan mertuaku. Ternyata dia yang mendatangkan pelakor dalam rumah tanggaku.
"Aku melupakan sarapanku dan pergi tanpa pamitan. "
Rasanya harga diriku terasa di injak injak.
Sepertinya harus di kasih pelajaran mereka.
Sampai dikantor, aku hempaskan bokongku, ooh tuhan kenapa jadi begini,?
Sakit sekali hatiku, haruskah aku katakan semua yang ku miliki agar mertuaku dan mas ferdy kembali seperti dulu.
Tapi tidak tidak, jika mereka tau aku punya perusahaan, habislah aku di mamfaatkannya.
Ting.....
Wa ku bunyi, mirna yang mengatakan dia sudah ada di bawah.
Lalu aku pun menelp resepsionis untukempersilahkan mirna.
Tok...
Tok...
Tok...
Masuk.
"Bu ada tamu. Suruh masuk
"Selamat pagi kar...
" pagi mir.
" Mari, kami pun duduk.
"Iya mir, mulai hari ini kamu jadi asisten ku aja ya. Jadi biar aku ada temen kataku
"Oh aku sih tersersh saja bu boss yang penting ada buat makan dan bayar kos hehe.
"Ish kamu gak usah panggil boss ah kaya sama siapa aja kataku
" Iya ini kan di kantor atuh. Gak sopan tau.
Iya tersersh lah. Cuma di kantor.
Ooook boss.
Mir siapkan berkas kita ada meeting dengan pa burhan hari ini kataku
Siaap boss timpalnya.
Du jam sudah aku berada di tempat meeting. Rasanya capek sekali hari ini.
Besok aku harus ke luar kota lagi untuk menyelesaikan masalah proyek yang sedikit tidak beres.
"Mir besok kita ke bandung ya. Untuk 3 hari. Kamu siapkan berkasnya dan juga keperluan lainnya, termasuk keperluanmu
Titahku pada mirna.
" Baik bu boss. Saya siap kan.
Ayo kita kembali ke kantor.
Kruuk...
Kruuuk....
Waduh bu boss lapar ya tanya mirna padaku
Hemmmm
Lets go kita makan dulu ajakku pada mirna.
Akhirnya kami pun pergi ke salah satu tempat makan yang biasa .
Aku memesan makanan kesukaanku. Mirna juga sama.
"Maaaas.....
"Apa sayang, udah kenyang belum. Tanya suara yang tak asing lagi di telingaku.
Bukankah itu suara mas ferdy, bukankah dia keluar kota, ternyata dugaanku benar dia bukan keluar kota tapi enak enakan dengan perempuan itu.
Ooh baiklah saat nya ku selidiki dan mungkin nanti aku beraksi monologku
Akupun memotret mereka yang sedang bermanja manja. Lalu dengan pokusnya aku mendengarkan percakapsn mereka.
"Mas..!
Kamu kapan akan cerai dengan istrimu yang mandul itu? Tanya cindy
" Sabar sayang mas harus cari waktu yang tepat, mas mau rumah yang di tinggalin sekarang menjadi rumah mas, sekarang mas belum tau surat suratnya dimana, jawab mas ferdy.
Aku mendengar semua semakin luluh lantah rasanya. Dia ingin menguasai apa yang ku punya
Bu boss kok gak dimakan katanya lapar.
Mirna membuyarkan pendengaranku" sssttt, aku memberikan kode padanya
"Maaf mir aku ke toilet dulu ya kataku"
Aku pun pergi ke toilet dengan hati yang bergemuruh. Dia memegang ponselnya yang berisi rekaman dan foto mas ferdy dan cindy.
Aku menuliskan pesan singkat ke wa mas ferdy
"Mas kapan kapan pulang dari luarkota?
Ferdy
Ting...
"Aku besok baru pulang. Kamu baik baik lah di rumah.
Kartika
"Oh ya besok aku ke luarkota empat hari, Jadi kita gak ketemu.
Ferdy
Ok.
Aku keluar dari toilet. Sebelum aku keluar aku mendengar suara perempuan sedang tlpan.
Si ferdy dungu itu sebentar lagi akan bercerai dengan istrinya, dia akan menikahiku. Dan kamu jangan kwatir anak yang aku kandung pasti akan terjamin. Karena aku akan bilang hamil. Kamu tenang saja pasti aman beb
Itulah yang ku dengar dalam toilet.
Apakah si cindy itu hamil dan mas ferdy yang nanggung
Waduuh jadi geli nih. Penghianat di hianati ngeri ngeri sedap.
Monolog ku.
Aku kembali ke mejaku.
"Mir sudah selesai? Tanyaku
"Sudah bu boss
"Ayo kita pergi.
Kami pun pergi meninggalkan resto dan langsung ke kantor.
Di perjalanan aku hanya diam dan mirna pun memecah lamunanku
Bu boss dari tadi kok kayanya ada yang aneh
Kenapa ya, tanya mirna. cerita atuh bu boss. Walaupun aku gk bisa bantu, setidaknya ada temen curhat.
"Mir aku bingung .
Lho kok bingung cerita atuh.
Akhirnya aku cerita ke mirna apa yang terjadi, mirna pun manggut manggut
Nah menurutmu gimana, klo aku gugat cerai dia?
"Bu boss saya kan belum pernah menikah. Alias jomlo akut, tapi kalau bagiku gak ada maaf untuk sang penghianat. Jawab mirna.
Bu boss butuh bantuan untuk menyelesaikannya?
Aku ada temen lho dia itu lawyer mingkin bisa bantu.
Boleh mir nanti kenalin ya. Atur waktu untuk ketemuan habis dari luar kota.
Setelah pekerjaan selesai aku pun pergi meninggalkan kantor untuk pulang kerumah.
Malas sekali aku pulang, pasti dua towed itu ada di rumah. Tambah lelah saja.
Mending cari angin dulu deh ke pinggiran pantai gitu untuk menetralkan suasana.
Aku pun pergi menuju pantai.
Bruugh.....
"Ah maaf tante gak sengaja
Kata anak perempuan kecil yang barusan bertabrakan denganku.
"Oh tidak apa apa. Kamu terluka gak? Tanyaku
"Gak tanteu.
"Oh kamu sama siapa dek?
"Aku sama om rizal tante",terus mamamu mana?mamaku udah gak ada tante dia udah ada di syurga, jawab anak kecil itu.
"Oh maaf ya. Terus om rizalnya mana?
tu lagi beli escream.
Tania...
om cari rupanya ada di sini, kamu sama siapa?
Om ini tante barusan tertubruk sama tania hehe.
"Hai saya Rizal
"Saya kartika senang bertemu denganmu.
Mari saya duluan kataku.
Mari tante jumpa lagi.
Om tante itu cantik ya
Iya cantik sekali hemmm
Om suka gak
Suka, pasti suka dia cantik dan ramah
Hemm ayo kita pulang
Ayo om.
***""""
Senja telah sedikit redup sebentar lagi akan gelap.
Pemandangan yang tadi tersorot cahaya kini kian memudar seiring waktu yang kian petang.
Kartika pergi meninggalkan bibir pantai tempat dia merenung .
Berharap esok lebih baik.
Kuinjakan kakiku masuk kedalam rumah kulihat mertuaku sedang berbincang dengan cindy.
"Kartika sini kamu, "ini cindy calon adik madumu
"Apaaa"?
Mama ini apa apaan sih.
"Ah sudah kamu gak usah banyak protes". Buatkan minuman cindy haus, dan kamu harus tau cindy lagi mengandung anaknya ferdy, lihat
Kamu itu memang mandul, dasar mandul.
Cepat buatkan minum.
Aku pergi kedapur dengan hati yang sangat hancur, walau sudah tau ferdy berhianat
Namun tidak menyangka cindy ada di rumahku.
Ini minumnya aku mau ke kamar.
"Tunggu, siapa suruh kamu ke kamar, buat makanan dulu
Braaak ....
"Maaaaa cukup ya aku bukan babu kali.
I