Airaa memeluk erat punggung kokoh Dava yang masih berbalut kemejanya, saat ini mereka tengah di dalam mobil Dava yang berhenti di depan rumah milik pria itu. Penampilan Dava masih rapih, sementara ia sendiri sudah acak-acakan dan hampir nyaris telanjang. "Dava ...," rengek Airaa karena pria itu asik mencumbu bagian atas sensitif tubuhnya. Dava melepaskan mulutnya dari p****g Airaa. "Kita lanjutkan di dalam kamarku?" tawar Dava. Airaa menganggukkan kepalanya sayu, Dava langsung membereskan kekacauan yang terjadi pada Airaa. Diturunkannya kembali bra Airaa ke bawah agar menutupi kedua p******a montoknya, merapihkan seluruh pakaian Airaa. "Selesai, ayo turun!" ajak Dava tergesa-gesa. Sedari awal saat mereka berpamitan dari rumah Nando dan Kia tadi, Airaa tahu kalau Dava sudah berhasrat

