Mina melangkah dengan gontai menuju kamar mandi, kakinya terasa begitu lemas dan tidak bertenaga, tubuhnya terasa pegal, ia merasa tulang di pinggangnya sudah tidak berada di tempatnya lagi. Selama satu minggu kepulangan mereka dari Jepang, Mina disibukkan dengan kegiatan ranjangnya dengan Gafin. Gafin bagaikan serigala lapar selama seminggu ini, hampir setiap menit dia datang menyerang Mina yang tengah lengah. Bahkan setiap hari Gafin pulang lebih awal, tidak tahu tenaga tambahan dari mana yang didapat oleh Gafin untuk mengerjakan semua perkerjaannya yang sudah di tinggalnya selama beberapa bulan itu dengan sangat cepat. Gafin tidak ingin semenit pun waktunya terbuang dengan sia-sia, setiap hari ia ingin segera berada di dalam pelukkan Mina, istrinya itu. Mina sangat bahagia dengan perni

