Secret Relationship

1420 Words
Dari tadi dering ponsel terus berbunyi tapi tak membuat orang yang tidur di ranjang berniat untuk bangun dari tidurnya. Mungkin sudah hampir 15 menit ponsel itu terus berdering tapi orang yang ada di ranjang belum juga terbangun dari tidurnya hingga akhirnya karena dering ponsel yang terus berdering membuat wanita yang tertidur di ranjang mulai terbangun dari tidurnya. Dengan kesadaran yang masih belum sepenuhnya pulih wanita itu mengambil ponsel di samping ranjang dan langsung mengangkat telepon itu. "Halo," kata Vanilla dengan mata yang masih tertutup. "Vanilla jangan bilang kamu belum bangun dari tidur kamu? Kamu ingat kalau hari ini hari pertama kamu masuk kerja?" tanya seseorang di seberang telepon. Mendengar perkataan orang yang ada diseberang telepon membuat wanita yang bernama Vanilla itu langsung sepenuhnya sadar. Dan tiba-tiba Vanilla pun langsung melihat jam di ponselnya dan betapa kagetnya Vanilla ketika tahu jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi padahal hari ini adalah hari pertamanya bekerja di sebuah rumah sakit sebagai staff management di rumah sakit itu. Dan di hari pertamanya bekerja ia bisa-bisanya terlambat masuk kerja. "Milla aku kesiangan sebentar lagi aku siap-siap dan langsung berangkat kesana," jawab Vanilla yang panik. "Ya ampun Vanilla bisa-bisanya kamu kesiangan. Sekarang buruan siap-siap buat berangkat kerja. Mau aku jemput buat ke rumah sakit?" tanya Milla langsung. "Gak usah kamu jemput aku jalan sendiri aja. Lagipula jarak dari tempat kamu ke tempat aku sangat jauh jadi aku jalan sendiri aja. Nanti setelah jam makan siang aja kita baru ketemu di cafe dekat rumah sakit. Lagipula apa kamu gak sibuk buat kerjanya karena aku tahu kerja di bank seperti kamu pasti membutuhkan waktu yang lama. Jadi kita janjian waktu makan siang atau kapan nanti kita janjian lagi. Tapi sekali lagi makasih sudah bangunin aku buat berangkat kerja. Ya udah aku tutup teleponnya dulu aku mau langsung mandi dan siap-siap," jawab Vanilla yang sudah bersiap mematikan telepon dari Milla. "Ok. Nanti kamu kabarin aja kalau mau ketemu semoga saja kita bisa ketemu karena sejak kamu bersama dengan laki-laki yang sangat hot dan seksi itu membuat kita jarang ketemu. Apa jangan-jangan kamu kesiangan gara-gara laki-laki itu meminta jatahnya sampai pagi hingga kamu kesiangan? Benar kan?" tanya Milla penuh selidik. Muka Vanilla langsung memerah ketika mendapatkan pertanyaan seperti itu. Ia mau jawab apa bingung karena memang itu benar adanya. Semalam laki-laki yang sudah menjadi suaminya sejak tiga bulan lalu lagi-lagi mengajaknya malam-malam panas dan penuh gairah hingga membuat Vanilla merasa puas tapi konsekusinya membuat dirinya kesiangan di hari pertamanya bekerja. "Milla jangan mulai deh. Udah aku tutup teleponnya dulu aku mau siap-siap daripada nanti lebih terlambat lagi," tolak Vanilla. "Ok... Ok... Pokoknya kita harus ketemu karena aku penasaran bagaimana ganasnya laki-laki seksi itu ketika di ranjang. Aku yakin kamu pasti puas dengan pelayanan yang ia laki-laki itu berikan kan? Sepertinya laki-laki itu sudah membuat sahabat aku yang polos menjadi sangat liar. Dan aku tak sabar mendengarkan semua cerita kamu," goda Milla pada Vanilla. Wajah Vanilla benar-benar sudah merah ketika mendengar godaan dari sahabatnya itu. Ia tak bisa menjawab perkataan dari sahabatnya itu karena memang benar adanya. Maka dari itu Vanilla hanya diam saja karena percuma juga menjawab pertanyaan itu. Hingga akhirnya sambungan telepon pun berakhir dan Vanilla kembali meletakkan ponselnya. Ketika vanilla akan turun dari ranjang ada sebuah tangan yang memeluk pinggangnya erat-erat seakan-akan tak mau sampai Vanilla pergi dari sampingnya. "Mau kemana sayang?" tanya seorang laki-laki yang masih telanjang dibalik selimut yang ia pakai. "Kak aku udah kesiangan sekarang jadi aku harus segera buru-buru buat siap-siap," kata Vanilla melepas pelukan tangan dari laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu. Bukannya melepaskan pelukannya laki-laki itu semakin mengeratkan pelukannya dan tak mau melepaskan istrinya. Sedangkan Vanilla sendiri harus segera bersiap-siap berada di tempat kerjanya. Ia tak mau sampai mendapatkan image yang buruk di hari pertamanya bekerja maka dari itu ia harus segera melepaskan pelukan suaminya. Dan dengan cepat Vanilla pun berhasil melepaskan pelukan suaminya. Tentu saja suaminya langsung protes ketika sang istri melepaskan pelukannya secara paksa. "Sayang kenapa kamu melepaskan pelukan aku. Aku masih ingin memeluk kamu," kata suaminya dengan nada yang manja. "Gak ada manja-manja lagi untuk saat ini karena aku harus segera siap-siap. Memangnya kakak gak berangkat kerja?" tanya Vanilla kepada suaminya. Laki-laki yang menjadi suaminya itu pun mulai mendudukkan tubuhnya di ranjang sehingga perutnya sixpack langsung bisa terlihat. "Kamu tahu kalau kemarin aku harus kerja lembur gara-gara ada operasi yang mendadak. Jadi hari ini aku tak perlu berangkat pagi-pagi juga. Tapi nanti aku ada operasi jadi gak perlu buru-buru," jawab suaminya dengan wajah polosnya. "Hahhhhh...." Vanilla hanya menghela napasnya berat ketika mendengar ekspresi polos yang ditunjukan oleh laki-laki yang sudah menjadi suaminya tiga bulan terakhir. Sifat yang ditunjukkan suaminya ini sangat berbeda jauh dengan apa yang terlihat saat ini. Suaminya ini adalah seorang dokter dimana Vanilla bekerja untuk pertama kalinya. Tapi ada sebuah rahasia yang sampai detik ini Vanilla sembunyikan dengan orang-orang diluar sana. Yang pasti rahasia yang Vanilla sembunyikan itu ada kaitannya dengan hubungannya dengan laki-laki yang sudah menjadi suaminya. "Kalau gitu biarkan aku berangkat duluan dan nanti kalau kakak mau sarapan beli aja ya aku gak sempat masak," kata Vanilla yang sudah masuk ke kamar mandi. Laki-laki yang masih berada di ranjang pun tak banyak membantah perkataan sang istri. Ia memilih untuk melihat ponselnya untuk melihat apakah ada panggilan untuk dirinya operasi dan juga melihat jadwalnya hari ini juga. Sedangkan di kamar mandi Vanilla tak bisa berkata apa-apa ketika melihat bagaimana banyaknya kissmark yang diberikan oleh suaminya. Semalam suaminya benar-benar sangat buas sehingga membuat Vanilla harus berbuat sesuatu untuk bisa menutupi tanda yang diberikan oleh sang suami. Terutama tanda yang ada dilehernya yang harus ia tutupi. Setidaknya orang-orang di tempat kerjanya yang baru tak melihat aneh kepada dirinya. "Kak Nicho benar-benar gila. Bisa-bisanya dia memberikan banyak tanda di tubuh aku dan hal itu membuat aku repot sekarang," kata Vanilla dengan nada yang kesal. Vanilla tak punya banyak waktu untuk mengomel dan melampiaskan rasa kesalnya kepada suaminya sekarang ia harus mulai bersiap-siap untuk berangkat kerja di hari pertama. Dan Vanilla pun segera membersihkan dirinya dan mulai bersiap-siap untuk memulai aktivasi barunya sebagai pekerja setelah ia lulus kuliah satu bulan yang lalu. Jadi Vanilla harus benar-benar mempersiapkan dirinya. Untung saja Vanilla bukan tipe wanita yang terlalu ribet soal hal-hal yang berhubungan dengan makeup karena memang Vanilla tipe wanita yang simple. Setelah harus menghadapi kerusuhan di pagi hari akhirnya Vanilla sedang dalam perjalanan menuju tempat kerjanya. Tadinya ia ingin berangkat sendiri tapi sang suami memaksa untuk mengantarnya hingga akhirnya Vanilla ikut berangkat bersama sang suami. "Ingat ya kak selama aku kerja jangan sampai ada orang yang tahu tentang hubungan kita berdua. Aku gak mau sampai tahu jika kita sebenarnya suami dan istri. Aku hanya ingin bekerja dengan tenang tanpa ada embel-embel soal kakak," kata Vanilla memperingatkan. Nicholas yang sedang menyetir mobilnya pun memilih diam sampai akhirnya ia mulai membuka suaranya ketika mobilnya berhenti ketika lampu rambu lalulintas merah. "Mau sampai kapan kita harus menyembunyikan pernikahan kita? Ini sudah tiga bulan sejak kita resmi menikah tapi kamu masih belum masuk mempublikasikan hubungan kita. Apa jangan-jangan kamu malu menunjukkan aku di depan umum?" tanya Nicholas penuh selidik. "Pertanyaan macam apa itu? Mana mungkin aku malu memperkenalkan kakak di depan umum. Aku malah bangga ketika memperkenalkan kakak sebagai suami aku. Tapi untuk saat ini aku hanya ingin menikmati hubungan kita berdua aja. Dan juga aku masih mencoba memulihkan diri sejak Ayah dan Bunda pergi meninggalkan aku. Aku harap kakak bisa mengerti maksud aku. Butuh sedikit waktu lagi sampai aku benar-benar siap," pinta Vanilla. "Hahhhhh..." Nicholas hanya menghela napas panjang ketika mendengar permintaan sang istri. Ia pun akhirnya memilih untuk mengikuti permintaan sang istri. Tapi yang pasti ia hanya akan terus mengawasi snag istri karena Nicholas benar-benar sangat takut kehilangan Vanilla. Mungkin dulu Nicholas bersikap acuh dan cuek kepada Vanilla tapi setelah mengenal Vanilla lebih dalam membuat dirinya menemukan hal-hal yang tak terduga yang membuat Nicholas jatuh cinta kepada Vanilla. Maka dari itu sejak ia mengikat Vanilla sebagai istrinya sejak itu juga ia akan menjaga serta melindungi Vanilla walaupun mereka harus menyembunyikan hubungan diantara mereka untuk sementara waktu. "Aku akan ikutin keinginan kamu. Tapi jika nantinya melihat situasinya gak mendukung maka aku akan langsung mengatakan kepada seluruh orang jika Vanilla Anastasya adalah milik aku," kata Nicholas tegas. Vanilla pun menganggukkan kepalanya setuju dengan perkataan sang suami. Ia pun langsung menggenggam tangan suami dan memberikan sebuah ciuman di tangan sang suami. "I love you Nicholas Haditama," kata Vanilla tulus. "I love you more sayang," balas Nicholas penuh cinta. Mereka pun akhirnya bisa memulai hari dengan penuh rasa cinta. Karena setelah ini perjalanan pernikahan mereka akan dimulai.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD