Pagi sekali ibu Ratna terbangun, ia tidak bisa tidur kembali. ia berencana untuk pergi kemar aninda, dilihatnya wajah putrinya yang cantik dan polos yang terbaring di atas tempat tidur. Salah satu ujian diselesaikannya dengan baik oleh Aninda, meskipun merasa kasihan namun ibu Ratna selalu bangga dengan putri yang di gadang-gadang nya tersebut. Ibu Ratna sangat bersyukur atas Rizky yang diberi untuknya, ia dikaruniai seorang putri bukan hanya cantik parasnya, Aninda juga sosok anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya "Semoga kelak ada seorang laki - laki yang akan menerimamu apa adanya, dan membahagiakanmu nak," doanya dalam hati untuk anak semata wayangnya. Aninda merasakan belaian yang begitu hangat, sampai membuatnya enggan membuka mata, ia semakin masuk hingga lebih dalam ke al

