Didalam mobil, seperti biasa Aninda hanya terdiam, dan pandanganya di arahkan ke luar melihat pemandangan jalan raya yang belum begitu macet. Ia menghirup udara segar pagi ini dalam-dalam, khayalannya mulai terbang tinggi ke angkasa. "Andai suatu saat aku mempunyai mobil sendiri! aku tak akan kepanasan lagi berjalan dari rumah ke halte bis." Gumamnya lirih. "Loh, punya mobil kok ke halte bis ngapain! Hahaha…" Aninda terus berbicara sendiri dengan lirih, membuat Dhaneo yang berada disampingnya mulai curiga. Perempuan yang duduk disebelahnya ini kesurupan atau memang setress! "Hei, kau, kenapa kamu berbicara sendiri?" "Anu Tuan, saya hanya sedang ingat sesuatu," jawab Aninda polos, ia menatap Dhaneo dengan seksama, matanya terus memandang CEO salah satu perusahan itu. Aninda baru sad

