Mafia kok Diancam

1284 Words

Bu Atin meninggalkan restaurant itu dengan wajahnya terlihat sedih, Leon mengantar wanita sampai ke lobby. “Ibu tidak apa-apa?” tanya Leon mengusap punggung tangan ibunya. Leon tahu kalau wanita paru baya itu merasa tersinggung. “Ibu merasa tidak percaya diri saja nak, mungkin karena belum biasa,” ucap Bu Atin, memaksakan senyum untuk Leon. “Ibu diantar Bram iya, aku masih harus bicara dengan Bianca.” “Nak ….” Bu Atin menatap Leon. “Iya” “Jangan menambah musuh lagi ….” ”Maksud ibu?” Leon menatap wajah Bu Atin. “Mencari musuh itu sangat gampang Nak, tetapi menjadikan orang lain jadi teman itu yang susah, hanya omongan kecil saja orang akan sakit hati dan menaruh dendam pada kita. Bicaralah baik-baik dengannya, kalau kamu memang tidak suka dengannya. Ingat ayahnya seorang pebisnis s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD