bc

Nael Atau Elizabeth

book_age16+
0
FOLLOW
1K
READ
fated
arrogant
kickass heroine
bxg
lighthearted
office/work place
like
intro-logo
Blurb

Elizabeth seorang wanita cantik baik dan penyayang keluarga. Keluarga wijaya sangat menyayanginya.Lisa teman dari Elizabeth dan mempunyai seorang kakak bernama Yehezkiel Damian. Yehezkiel atau biasa dipanggil Damian selalu membuat ulah dan memmpunyai sifat arogan.Damian sangat dominan membutuhkan seorang wanita yang tangguh. Namun perjodohan konyol membuatnya ingin melepas status dari keluarga konglomerat. Bagaimana jadinya bisa Elizabeth bertemu dengan Damian? Perjodohan apa yang membuat mereka berdua sepakat berbohong mengenai status keluarga? Konflik apa yang membuat keluarga mereka berseteru?

chap-preview
Free preview
Perjodohan
Yehezkiel Damian sedang merasa seperti diujung tanduk. Pagi ini Mamanya terkasih menyuruhnya bertemu dengan anak dari temannya. "Damian,kamu pergi ke acara nanti malam?"kata Mamanya lagi. "Acara apa mah?aku sibuk,sangat sibuk apalagi minggu depan perusahaan sudah muncul di Bursa saham."kata Damian dengan nada tegas. "Jangan tidak datang,mama ingin mengenalkanmu kepada seseorang anak teman mama."kata Mama Damian agak kesal. "Astaga, perjodohan lagi? sudahlah,ma. Apa salahnya menjadi jomblo di usia saat ini."kata Damian setengah merengek. "Kamu ini dibilangin ngenyel. Hanya sebentar sajah,kalau tidak cocok. Tidak usah ikut lagi besok."kata Mama Damian dengan nada memelas. "Baik-baik, aku akan ikut satu kali ini sajah.Anggap sajah baktiku kepadamu."kata Damian sedikit jengah dengan kelakuan mamanya itu. "Sudah, nanti mama kirim nama dan kafenya."kata mama Damian tegas. Damian meninggalkan ruang tamu dengan sedikit jengah. Tadinya ingin menonton sebentar jadi tidak berselera. Damian merasa ingin menghilang sebentar dari semuanya. Damian sangat tampan tinggi dan putih serta idola semua orang dikalangan konglomerat indonesia. Namun dia memiliki kelemahan tidak betah menghadapi para wanita terlalu lama. Damian mempunyai karir cemerlang dibidang industri fesyen,PT Emerland adalah salah satunya. Damian menghubungi rekannya bernama Darren membahas akusisi sebuah perusahaan fesyen elit. Mengalami kebangkrutan. "Darren,aku minta laporan untuk perusahan akan kita akusisi besok."kata Damian dengan tegas. "Laporannya sudah ada dimejamu. Lihat kembali dan cek. Aku lihat hari ini kamu nampaknya tidak bersemangat."kata Darren menaruh curiga. "Hesh,kamu tahu aku dijodohkan dengan putri teman mama. Bayangkan hari gini masih jaman perjodohan."kata Damian kesal. "Sudah aku bilang,makanya cari pacar adikmu sajah sudah punya pacar,sibule James itu."kata Darren dengan nada mengejek. "Kamu ini teman apa bukan sih?bisa-bisa membadingkanku dengan adikku?"kata Damian sedikit kesal. "Yakin,ketemulah dulu. Coba jalani dulu,barangkali kamu betah ngobrol sama dia."kata Darren memberi tahu. "Oke-oke,jangan sampai kamu salah. atau akan aku potong gajimu bulan depan."kata Damian dengan nada mengancam. "Yah ampun, hanya Direktur kecil disini,jangan sampai persahabatan kita berakhir karena wanita."kata Darren sedikit mengancam. "Yahsudah,masih banyak pekerjaan. Silahlan keluar dari ruanganku."kata Damian dengan nada memerintahnya. "Iyah,pak bos. Kalau marah sukanya pakai kekuasan."kata Darren berjalan membuka pintu ruangan kerja Damian untuk keluar. Damian merasa makin kesal dengan ucapan Darren temannya. Darren orang sangat pintar,makanya Damian mempertahakannya diperusahaan walaupun dia sendiri yakin tanpa Darren perusahaan juga akan tetap jalan otaknya juga ada didirinya. Namun hidup itu tidak boleh terlalu mengkesampingkan orang pintar juga. Terbukti perusahaan mereka makin maju karena kerjasama keduanya. Damian mengerjakan semua pekerjaannya hingga sore haripun tiba. Isi Pesan Mama Damian: Kafetaria Cahaya Bulan Nama Elizabeth Wijaya Memakai Dress Biru dan Membawa mawar merah. Jangan Sampai salah orang dan tidak datang. Mama akan menghukummu. Begitu isi pesan mama Damian. Membuat Damian merinding sendiri,mamanya benar-benar mengancamnya kali ini. ********************************* Elizabeth Wijaya sedang memandang sebuah figura foto berada diruang tamu rumahnya. Pagi ini dia menyesap secangkir cokelat hangat. Elizabeth bertemu sahabat karibnya Lisa Bratama. Sebuah panggilan telepon menunggunya. "Hello,Darling. Whats app?"kata Lisa menggoda temannya. "Hello,Darling kapan kita ketemuan lagi? makan siang ini jadi?"kata Elizabeth atau dikenal Eli. "Iyah, pastinya dong. Aku ngak bisa lama-lama yah."kata lisa dengan nada memelas. "Apa lagi sekarang bertemu dengan bule baru kamu?"kata Eli dengan nada meledekknya. "James namanya James, dia sangat tampan. Berwibawa dan cakap dalam segala hal."ujar Lisa dengan nada membanggakan. "Terakhir kamu bilang itu juga dengan pacarmu Arthur bukan?"kata Eli mulai malas meladeni sahabatnya. "Astaga,kamu ini tidak bisa diajak berbahagia."kata Lisa mulai meledek. "Bahagia dong, kamu sudah menemukan True Love."kata Eli dengan nada bersemangat. "Bagus,bagaimana hubunganmu dengan Jevon?"kata Lisa berbalik bertanya. "Tidak ada kemajuan, aku sudah bilang papi dan mami sudah menanyakan keseriusannya terhadapku. Walaupun dia hanya seorang dokter specialist. Namun aku juga bingung,belakang seperti ada yang dia sembunyikan padahal sudah lebih dari 2 tahun."kata Eli dengan nada kesal. "Makanya pacarnya jangan lama-lama keburu bosen deh."kata Lisa dengan nada sarkasnya. "Kamu juga jangan lama-lama pacaran sama James. Kamu harus bisa menaklukannya."kata Eli lagi mendukung sahabatnya "Iyah,semoga dia memang tepat untukku."kata Lisa lagi. "Btw, kakakmu sudah menikah?"kata Eli oenasaran. " Damian?Menikah luar biasa."kata Lisa dengan nada nelangsanya. "Jadi dia bekum menikah aampai saat ini?"kata Eli sedikit bingung. "Kamu tahu sendiri memang dia pemilih."kata Lisa dengan memutar bila matanya. "Maksudmu dia suka sesama jenis?"kata Eli dengan nada kaget. "Bukan seperti itu, dia tidak bisa dekat dengan wanita.Kamu lagi apa?"kata Lisa dengan nada mengalihkan. "Hem, menikmati secangkir teh aloevera."kata Eli dengan nada gembiranya. "aku merasa akan ada kejadian besar hari ini yang menimpa kakaku. Asal kamu tidak membocorkannya,dia akan dijodohkan dengan ibuku."kata Lisa dengan nada tegasnya. "Astaga,benarkah sebuah gosip baru. Sepertinya mami sudah memanggilku."kata Eli dan mengakhiri percakapannya dengan Lisa sesegera mungkin. Eli menatap semua tanaman kembang sedang bertumbuh di halaman belakang rumahnya. maminya menyiram tanaman dengan iringan musik yang mengalun indah. "Eli, kamu sudah bangun,nak?"kata mama Eli dengan nada ramah. "tentu sajah, apa yang membuat mamiku yang cantik ini berbahagia."kata Eli penasaran. "Mami akan bertemu dengan teman mami,teman lama dia mempounyai anak laki-laki berumur 35 tahun dan kami berencana untuk menjodohkan kalian berdua. Tapi kami oingin melohat respon kalian berdua dulu."kata mami Eli senang. "Apa? perjodohan,Aku sudah mempunyai kekasih,mi."kata Eli sedikit kesal. "kekasih tidak kunjung melamar dan ditanya kejelasan status hubunganmu dengannya tidak bisa menjawab. memang lata belakangnya juga lumayan baik. Menikah membutuhkan tidak hanya sekedar sebuah status tapimikatan batin, bahkan mami tidak pernah melihat kamu alkhir-akhir ini tersenyum dengannya."kata mami Eli dengan nada tegasnya. "Tapi dia mencintaiku,mi. Itu cukup untukku saat ini, aku juga sedang merancang beberapa perhiasan baru yang akan dipamerkan minggu depan."tegas Eli seraya menolak dijodohkan. "Eli sayang, wanita kadang membutuhkan tidak hanya kata-kata Cinta tapi juga pembuktian.Karir memang haus diuamakan, mengenai percintaanmu dengan kekasihmu juga harus kamu perhiutungkan. Terlebih Ada Agnes disisinya kamu haus waspada. Karena seorang pria tidak mungkin tidak tertaik kepada wanita yang selalu berada disisinya. Jika dia memang mencintaimu dia akan melamarmu dan meminta kami selaku orang tua meminamngmu."kata mama eli dengan nada tegasnya "baik akan kupikirkan baik-baik pertimbangan dari sisi keluarga dan juga aku akan memintanya untuk berbicara serius saat makan malam kami nanti."kata Eli dengan nada tegas. Seusai percakapan dengan maminya itu Eli langsung berjalan menuju kamarnya. melihat bingkai foto dirinya dan sang kekasih sembari tersenyum kecut.eli sebenernya tidak terlalu pusing mengenai percintaanya,baginya kekasihnya yang terbaik. Eli kemudian berusaha menelepon sang kekasih. Harapannya sirna karena sang kekaksih tidak kunjung mengangkat teleponnya. Ditempat lain, Jevon sang kekasih bercengkrama mesra dengan Agnes sang sekertaris. "Sayang,kapan kamu putus dengan Eli?"kata Agnes dengan nada manjanya. "Putus dengan Eli sulit aku masih perlu uang untuk saat ini. Menggantung hubungan kami juga sudah aku lakukan. Bahkan sudah berencana menikahimu dan memberimu cincin waktu kita di NewZealand,bahkan kamu telah menerimanya.sayang."kata Jevon dengan nada sumaringah. "Tidak bisakah,kamu percepat putus hubungan dengan keluarga Eli?"kata Agnes lagi memelas. "Tunggu aku mempunyai proyek senilai 2 miliyar antara aku dengan perusahaan Emerland. Jika berhasil aku tidak butuh lagi dengan keluarga Wijaya."ujar Jevon menyuruh Agnes bersabar. "Baik, ayo lakukan dengan baik. Ini kamu harus lihat hasil keuangan kita sekarang sudah untung sampai 50juta perbulannya. Mengenai peluncuran busana tahun ini biar aku yang memegangnya."kata Agnes meyakinkan Jevon. "Kamu atur sajah, jangan sampai terlihat oleh Eli. Kamu harus tahu proyek kita rancang dengan Emerland sangat rahasia."kata Jevon mengingatkan dan menyuruh Agnes keluar ruangannya. Eli sendari tadi sebenernya sudah datang untuk membahas kerjasama anatara dirinya drngan perusahaan Jevon,membatalkan niatnya. Eli sengaja meninggalkan tempat itu lebih awal agar tidak.ketahuan. Dugaan Mami Eli benar bahwa Jevon memiliki hubungan dengan Agnes. Pantas sajah selama ini ditanya kejelasan mengenai hubungan mereka selalu mengambang. Eli memutuskan akan bertemu dengan laki-laki di jodohkan oleh keluarganya jika memang ini yang terbaik. Eli gidak mau terjebak dalam belenggu Jevon lagi. Setelah pulang dari kantor Jevon, Eli segera berdandan dan merias diri temanya Warna Biru dengan dress dan membawa bunga mawar. Konyol anggap sajah begitu. Eli sudah terlanjur janji sepulang dari kantor Jevon kepada mamanya. Setiap kata-kata tidak bisa ditarik kembali. Setelah siap Eli langsung membawa mobil sendiri menuju kafe Cahaya Bulan. Eli memarkirkan mobilnya dekat dengan sebuah pohon. Eli merapihkan sedikit anak rambutnya. Memakai lipstik pink kesekuaannya. Eli memandang kafetaria itu dengan sudut pandang sedikit bahagia karena arsitekturnya yang unik.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

30 Days to Freedom: Abandoned Luna is Secret Shadow King

read
318.9K
bc

Too Late for Regret

read
362.9K
bc

Just One Kiss, before divorcing me

read
1.8M
bc

Alpha's Regret: the Luna is Secret Heiress!

read
1.3M
bc

The Warrior's Broken Mate

read
153.0K
bc

The Lost Pack

read
471.4K
bc

Revenge, served in a black dress

read
160.6K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook