Bab 44

1970 Words

Wiwit yang masih merasakan sakit di sekujur tubuhnya karena ulah Niko semalam, harus berusaha bangkit dari ranjang. Untuk melihat siapa yang kini ada di depan pintu rumahnya. Mengetuk dengan kuat Dan menyerukan namanya tiada henti. Dengan tubuh bergetar dan langkah yang terseok-seok, Wiwit akhirnya bisa membuka pintu utama. Senyuman pun terbit di bibirnya. Melihat seorang pria yang ia yakini mampu membawanya keluar dari kehancuran yang kini dialaminya. "Aku berharap kamu membawakan sesuatu untukku. Biarlah sedikit asalkan mampu membiayai hidupku setelah ini. Pria brengse'k yang ku pelihara telah pergi membawa seluruh uang dan perhiasan yang kumiliki," tutur Wiwit. Seraya menghempaskan bokongnya di sofa. Pria yang selama ini membantunya mengambil uang dari perusahan Riyanti mengangguk.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD