Bab 29

1209 Words

Plak!! Suara tamparan menggema di dalam kamar yang luas tersebut. Saat tangan kanan Riyanti mendarat di pipi kanan Avan. Nafas gadis itu memburu dengan mata yang memerah digenangi buliran bening, serta rahang yang mengeras. Avan bergeming. Tubuhnya membeku sehingga tidak mampu mengangkat tangannya sendiri untuk mengusap pipi kanannya yang terasa perih dan panas. Bekas tamparan Riyanti yang begitu keras. "Kenapa …" "Ri …" potong Avan cepat. Seraya meraih tangan Riyanti. Akan tetapi, Riyanti mundur dan menepis tangan Avan. "Kenapa kamu merahasiakan ini semua dariku? Kenapa kamu tidak mau berterus terang tentang masa lalu kamu, sehingga digunakan oleh orang lain untuk menekanmu? Kenapa kamu tidak mau percaya kepadaku, bahwasanya aku sanggup menerima segala kekuranganmu sehingga ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD