Tanpa mampu bersuara, Riyanti mengembalikan kembali ponsel kepada Niko. Perlahan ia beranjak dan pergi ke kamar. Avan menatap nanar kepadanya, yang mulai menaiki satu persatu anak tangga. Persis seperti yang ditakuti oleh Avan selama ini. Riyanti marah dan mungkin saja setelah ini ia akan pergi. Karena kamar yang dituju bukan milik mereka. Melainkan kamar yang digunakan untuk menyimpan barang-barangnya. Avan mengerti. Riyanti pasti kecewa atas apa yang baru saja ia lihat. Avan juga sudah pasrah apa yang akan diperbuat oleh Riyanti. Meskipun Avan masih memiliki satu alasan untuknya supaya tetap tinggal, tapi tetap saja semuanya tidak akan kembali seperti sediakala. Demi perusahaan tentu saja Riyanti akan tetap bertahan disisinya. Namun sikap Riyanti pastinya akan lebih buruk daripad

