Bab 24

1133 Words

Setelah cukup lama berdiri di depan pintu seraya mengumpulkan keberanian yang tinggal sedikit, Avan akhirnya mampu menyeru Riyanti dari luar. Supaya istrinya itu tahu ia sudah berada di depan pintu kamar. Hanya dalam hitungan detik pintu yang ada dihadapan Avan terbuka.. Menampakkan sosok Riyanti, yang wajahnya terlihat datar tanpa ekspresi. "Maaf lama," ucap Avan seraya melenggang masuk dan meletakkan nampan berisi makan malam itu atas nakas. Ia pun duduk di tepi ranjang menanti kedatangan Riyanti. "Makan dulu. Aku tidak ingin kamu sakit gara-gara menuntut penjelasan dariku." Avan meraih satu piring nasi goreng dan menyerahkannya kepada Riyanti. Sebelum istrinya itu membuka pembicaraan tentang keberadaan Niko di di dapur tadi. Riyanti yang ingin membuka mulutnya untuk bertanya periha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD