Bab 11

1020 Words

Saat sebuah ide melintas di pikirannya, Avan begitu senang karena bisa mengelak dari Riyanti. "Ehem, aku terpaksa melakukannya karena tidak ingin lukamu itu bertambah parah. Seandainya itu terjadi, bisa dipastikan banyak orang yang akan menertawakanku karena memiliki istri cacat di bagian wajahnya. Kecuali luka itu berada di tempat lain." Avan mengerlingkan matanya. Riyanti mengulas senyum. Dari air wajah Avan ia tahu ada kebohongan di sana. Sehingga ia melepaskan tangan Avan dan kembali menutup matanya. "Terserah padamu mengatakan apa. Yang jelas, aku sudah tahu suamiku adalah orang yang begitu baik." "Terserah padamu saja!" ketus Avan. Keluar dari kamar untuk mengambil segelas air minum. Sepertinya percintaannya dengan Riyanti telah menguras persediaan cairan di dalam tubuhnya. S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD