Nada Suara Manja

1770 Words

Kini mereka berdua berada di toilet wanita. Suasana cukup sepi, hanya terdengar gemericik air dari keran yang menetes dan suara langkah sepatu dari luar. Julia berdiri di depan cermin, masih tampak kikuk merapikan blusnya yang sedikit kusut. Sementara itu, Nadia berdiri di sampingnya, memperhatikan dengan diam. Julia menunduk sebentar, lalu memberanikan diri bertanya pelan, “kenapa Anda baik sekali pada saya?” Pertanyaan itu membuat Nadia sedikit tertegun. Ia menoleh, menatap wajah Julia yang terlihat rapuh dengan mata sembab. Bibirnya melengkung tipis, tapi hatinya terasa berat. “Aku hanya sedang belajar menjadi orang baik,” jawab Nadia seadanya, tak ingin terlalu dalam membicarakan hal itu. Julia mengangguk pelan, meski sorot matanya masih menyimpan rasa ingin tahu. “Oh ya…” ucap Nad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD